Anda Berada Di Instrumentasi dan Hidroakustik Hidroakustik Pengukuran Karakteristik Akustik Sumber Daya Ikan di Laguna Pulau Pari Kepulauan Seribu

Pengukuran Karakteristik Akustik Sumber Daya Ikan di Laguna Pulau Pari Kepulauan Seribu

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perairan di gugusan Pulau Pari Kepulauan Seribu memiliki beberapa laguna (goba).  Laguna merupakan sebuah kawasan dangkal di pesisir lautan yang terpisah dari lautan terbuka yang dibatasi oleh suatu tepian atau karang, biasanya berupa terumbu karang.  Dapat juga diartikan sebagai bagian perairan  yang terpisah seperti atol (Clapham, 1973).  Informasi tentang sebaran dan kelimpahan ikan – ikan di kawasan Kepualauan Seribu khususnya Kepulauan Pari sendiri belum diketahui dengan baik.  Untuk itu, melalui metode akustik telah dilakukan pengamatan mengenai sebaran dan kelompok ikan serta pola sebaran ikan di kawasan tersebut agar dapat dilakukan penangkapan yang tepat dan optimal.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang karakteristik akustik sumber daya ikan di perairan laguna (goba) Gugusan Pulau Pari Kepulauan Seribu.

METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 02 Juni 2007 pukul 12:00 – 15:00 WIB di Laguna gugusan Pulau Pari Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Jakarta Utara.

Metode Penelitian

Pengambilan data akustik dilakukan dengan menggunakan perangkat Scientific Echosounder Biosonics DT – X.  Target diamati dari atas kapal dengan tranducer ditempelkan di samping badan kapal.  Data yang diperoleh direkam menggunakan software dari Scientific Echosounder Biosonics DT – X yaitu Visual Analyzer versi 4.1 dalam bentuk echogram dengan format .dt4.  Hasil olahan dari Visual Analyzer versi 4.1 berupa tampilan Microsoft Excel dengan format .csv, yang selanjutnya diolah dengan software Matlab versi 7.0 dengan hasil tampilan berupa grafik.  Untuk pembuatan batimetri laguna menggunakan software surfer versi 8.0.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dimensi fisik Laguna

Laguna tersebut memiliki kisaran kedalaman antara 10,3 meter sampai 40,6 meter, dengan kedalaman rata – rata 30,6 meter.  Penentuan metode survei dengan membagi keseluruhan survei akustik menjadi lintasan – lintasan, yang terbagi menjadi 9 lintasan (Lintasan A – B, B – C dan seterusnya sampai Lintasan I – J).  Panjang lintasan keseluruhan yaitu 4371,9 meter dengan rata – rata panjang per lintasan 485,75 meter.

Scattering volume coefficient/strength (SV)

Scattering volume merupakan rasio antara intensitas suara yang direfleksikan oleh suatu group single target yang berada pada suatu volume air tertentu (1m3) dan diukur pada jarak 1 meter dari kelompok target yang bersangkutan dengan intensitas suara yang mengenai target (insident intensity).    Perhitungannya dilakukan secara vertikal yaitu per strata kedalaman yang dibagi dengan selang 1 meter.   Semakin tinggi Nilai SV maka semakin besar pula dugaan ukuran kelompok ikannya. Hasil yang diperoleh akan ditampilkan pada Tabel 1.

Tabel 1.  Perbandingan SV dan rata – rata kedalaman tiap lintasan

 

Akustik kelautan, Sumber Daya Ikan

Pada Tabel 1. dapat dilihat bahwa sebaran SV tiap lintasan cukup beragam yaitu berkisar -11,3  dB sampai -109 dB. Nilai SV tertinggi terdapat pada Lintasan B – C, sedangkan terendah pada Lintasan I – J.  Untuk rata – rata nilai SV tertinggi terdapat pada lintasan A – B sebesar -62,53 dB dan terendah pada Lintasan H – I sebesar -76,33 dB.

 

 

Jumlah Target yang terdeteksi

Akustik kelautan, Sumber Daya Ikan

 

Jumlah target yang terdeteksi (Gambar 1.)  secara keseluruhan yaitu 7813 ekor. Pada Gambar 1. dapat diketahui bahwa semakin dalam perairan semakin meningkat pula pola persebaran ikannya sampai pada kedalaman 29 meter dan setelah itu jumlahnya terus menurun.  Hal ini diduga oleh adanya tingkah laku ikan secara umum dimana pada siang hari cenderung menjauhi permukaan karena adanya peningkatan suhu di daerah permukaan air.  Selain itu dimungkinkan karena faktor ketersediaan makanan yang berlimpah pada kedalaman tertentu.

 

Gambar 1. Jumlah target yang terdeteksi per strata

Sebaran target strength (TS) per jumlah target

Akustik kelautan, Sumber Daya Ikan

Pada Gambar 2. menunjukkan jumlah target yang terdeteksi dengan pola persebaran target strength.  Nilai frekuensi target strength yang didapat berkisar antara -32 dB sampai -56 dB dengan selang frekuensi yang dipakai 2 dB.  Nilai TS yang memiliki target paling banyak terdapat pada frekuensi -56 dB dengan jumlah 1732 ekor, sedangkan yang terendah terdapat pada frekuensi -32 dB dengan jumlah target 33 ekor. Semakin besar nilai TS berarti semakin besar ukuran dugaan panjang ikannya.  Hal ini sesuai dengan formula Foote (1987) yaitu TS = 20 log L – 68 dimana L adalah dugaan panjang ikan dalam cm, maka dugaan tersebut dapat diketahui. Pada tabel 1. akan ditampilkan dugaan panjang ikan.

Gambar 2.  Jumlah target per frekuensi TS

Tabel 2.  Kategori ukuran dugaan berdasarkan nilai TS (Foote, 1987)

 

Akustik kelautan, Sumber Daya Ikan

Dari tabel 1 dapat diketahui bahwa ikan yang terdapat pada perairan tersebut memiliki panjang dugaan yang berkisar antara 3,9 – 80,3 cm yang dapat dikategorikan dari ikan kecil sampai sedang.  Perairan tersebut didominasi oleh ikan kecil dengan dugaan panjang 3,9 – 5,1 cm dengan prosentase 67,02 %, sedangkan selain ikan kecil hanya berkisar 32,98 % yang merupakan ikan kategori sedang.

 

Sebaran densitas ikan seluruh lintasan

Akustik kelautan, Sumber Daya Ikan

Densitas ikan menunjukkan banyak sedikitnya ikan terdeteksi yang diukur oleh banyaknya target dalam 1 m3 volume perairan.  Semakin tinggi nilai densitas ikannya maka semakin tinggi kepadatan ikannya.  Pada Gambar 3 dapat diketahui  persebaran dan jumlah kepadatan ikan yang terdeteksi dari tiap – tiap lintasan. Gambar 3 menunjukkan bahwa densitas ikan di perairan tersebut cukup tinggi.  Hal ini dapat dilihat dari rata – rata densitasnya yaitu sebesar 8,347 ekor/m3 dengan kisaran 0,471 – 33,080 ikan/m3.  Perairan ini dapat dikatakan memiliki kandungan ikan yang relatif banyak dengan kategori ikan kecil.

 

KESIMPULAN

Kesimpulan

Salah satu goba di Gugusan Pulau Pari ini termasuk goba besar dengan rata – rata kedalaman yaitu 30,6 m.  Sebaran ikan yang terdapat pada perairan ini, cukup tinggi mengingat nilai SV yang terdeteksi dengan kisaran -11,3 dB s.d. -109 dB.  Jumlah ikan yang terdeteksi didominasi oleh ikan kecil (3,9 – 5,1 cm) sebanyak 67,02%, dimana persebarannya cenderung berada pada tengah kolom perairan.  Kepadatan ikan pada perairan ini cukup tinggi dengan rata-rata 80,347 ekor/m³.

DAFTAR PUSTAKA

Clapham, W.B. 1973. Natural ecosystem. Macmillian Publishing Co., Inc.  New York – London: viii + 248p.

Foote, K. G. 1987. Fish Target Strength for Use in Echo Integrator Surveys. J. A. Coust Soe of America (JASA). Page 981-987.
Penulis
Akustik kelautan, Sumber Daya IkanArief Wijaksana, S.Pi, dilahirkan di kota Tanjungpandan dan bertempat tinggal di Karanganyar, telah menyelesaikan studi Strata 1 di Institut Pertanian Bogor Program Studi Ilmu Kelautan.