Anda Berada Di Biologi Kelautan Tumbuhan Laut Laju Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Spons (Aaptos aaptos) Hasil Transplantasi di Kepulauan Seribu

Laju Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Spons (Aaptos aaptos) Hasil Transplantasi di Kepulauan Seribu

PENDAHULUAN

Spons merupakan salah satu sumber daya laut yang berpotensi untuk dijadikan bahan baku obat.  Pemanfaatan spons laut sebagai bahan baku obat sekarang ini cenderung semakin meningkat.  Hal ini mengakibatkan pengumpulan spesimen untuk pemanfaatan tersebut secara tidak langsung juga mengalami peningkatan.  Pada umumnya spesimen diambil secara langsung dari alam.  Cara seperti ini jika dilakukan secara terus menerus diperkirakan akan mengakibatkan penurunan populasi secara signifikan akibat pengambilan berlebih (overfishing) bahkan hingga kepunahan.

Langkah nyata yang dapat kita lakukan adalah melalui pengembangan metode transplantasi spons.  Untuk menunjang pengembangan metode ini diperlukan suatu penelitian mengenai laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup spons yang ditranplantasikan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji laju pertumbuhan spons yang ditransplantasikan, mengkaji tingkat kelangsungan hidup spons yang ditransplantasikan serta mengkaji beberapa parameter fisika dan kimia sebagai pendukung kehidupan spons yang ditransplantasikan.

 

METODE PENELITIAN

Spons yang digunakan dalam penelitian ini ialah Aaptos aaptos.  Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, mulai dari bulan Mei sampai dengan Juli 2006.  Lokasi penelitian berada di sebelah selatan dan barat gugusan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta.  Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian adalah GPS (Global Positioning System), Alat SCUBA (Self Contained Underwater Breathing Apparatus), meteran plastik elastis, alat tulis bawah air, kamera bawah air, termometer, floating drouge, refraktometer, dan perahu motor.

Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu rak vertikal sebagai perlakuan satu dan rak horizontal sebagai perlakuan dua.  Rak ini yang kemudian digunakan untuk menempatkan fragmen spons yang ditransplantasikan.  Ulangan dilakukan sebanyak 5 kali (t0,t1,t2,t3,t4).

Pengambilan data berupa pengukuran mendatar dan tegak dari fragmen spons.  Pengukuran parameter fisika dan kimia meliputi TSS, TDS, kekeruhan, TOM, silikat, amonia, fosfat, nitrit, nitrat, TN, COD, DO dan H2S dilakukan dengan membawa air sampel ke Laboratorium Limnologi.

Analisis data menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan dua perlakuan dan lima kali ulangan pada tingkat kepercayaan 95%

HASIL DAN PEMBAHASAN

Perkembangan Fragmen Spons

Dua hari setelah penanaman, permukaan fragmen tertutupi oleh lapisan berwarna putih transparan.  Pada hari ketiga, sebagian fragmen masih menunjukkan gejala seperti pada hari ke dua penanaman.  Pada hari ketujuh atau minggu pertama pengukuran, lapisan permukaan fragmen yang terpotong sudah mulai mengalami perubahan.  Minggu kedua setelah penanaman, fragmen sudah mulai menempel pada jaring dan tali polyetilen, bentuk fragmen sendiri sudah hampir menyerupai induknya.  Pada minggu ketiga penampakan oskulum semakin terlihat, bentuk oskulum berupa lubang-lubang pada badan fragmen.  Minggu keempat, pada masa ini fragmen sudah memperlihatkan penampilan yang sempurna, dengan warna dan bentuk yang menyerupai induknya, serta oskulum yang semakin besar ukurannya.  Pemunculan oskulum ini dapat digunakan sebagai indikator kesehatan bagi fragmen spons itu sendiri.  Pemunculan oskulum ini menandakan  fragmen sudah memiliki sistem pencernaan dan metabolisme yang sempurna, dengan kata lain fragmen telah beradaptasi dengan lingkungan dan mendekati wujud sempurna atau normal dengan sel-selnya yang telah stabil dan berfungsi dengan baik.

 

Laju pertumbuhan fragmen spons

Laju pertumbuhan tiap pengamatan fragmen spons hasil transplantasi menunjukkan hasil yang baik dimana terjadi pertumbuhan dengan nilai yang positif dengan kecenderungan semakin meningkat dari pengamatan ke-1 sampai pengamatan terakhir.

Pada pengamatan di sebelah Barat Gugusan Pari, pertumbuhan fragmen spons dengan metode vertikal menunjukkan nilai yang positif sejak pengamatan ke-1 dan cenderung mengalami kenaikan hingga pengamatan terakhir dilakukan (Gambar 1).  Pada pengamatan awal dengan metode horizontal masih di sebelah Barat Gugusan Pari, pertumbuhan menunjukkan nilai negatif sebelum akhirnya menunjukkan nilai positif yang cenderung meningkat pada pengamatan selanjutnya  (Gambar 2).

 

Laju Pertumbuhan Spons, Tingkat Kelangsungan Hidup Spons

Laju pertumbuhan fragmen spons di Selatan Gugusan Pari menunjukkan nilai yang positif dengan kecenderungan yang terus meningkat pada tiap pengamatannya, baik rak vertikal maupun rak horizontal (Gambar 3 dan 4).

 

 

Laju Pertumbuhan Spons, Tingkat Kelangsungan Hidup Spons

 

Tingkat kelangsungan hidup fragmen spons

Tingkat kelangsungan hidup fragmen spons yang ditransplantasi di Selatan Gugusan Pari (80.77 %) relatif lebih baik dibanding di sebelah Barat Gugusan Pari (44.50%) (Gambar 5).

Tingkat kelangsungan hidup fragmen spons yang ditransplantasi di BAV (Barat Aaptos Vertikal) (38.46 %) lebih rendah dibanding di BAH (Barat Aaptos Horizontal) (52.46 %).  Tingkat kelangsungan hidup fragmen spons yang ditransplantasi di SAV (Selatan Aaptos Vertikal) (73.08 %) lebih rendah dibanding di  SAH (Selatan Aaptos Horizontal) (88.46 %) (Gambar 6).

 

Laju Pertumbuhan Spons, Tingkat Kelangsungan Hidup Spons

 

Parameter fisika kimia perairan

Nilai parameter kualitas air secara umum masih dalam batas normal bagi pertumbuhan spons.  Suhu berkisar antara 30 0C, derajat keasaman (pH) berkisar antara 8.05-8.13, Kandungan total suspended solid (TSS)-nya berkisar antara 5.3-7.5 mg/l,  salinitas berkisar antara 33-34 0/00., disolved oxygen berkisar antara 5.102-7.346 mg/l dan nilai total organic matter (TOM)-nya berkisar antara 19.592-20.224 mg/l.  Ortho-phospat berkisar antara 0.15-0.16 mg/l, nitrogen yang teramati yakni nitrat (NO3) dengan nilai yang berkisar antara 0.23-0.24 mg/l.  Nilai COD di sebelah Selatan Pari yaitu 40 mg/L sedangkan di sebelah Barat Pari sebesar 12 mg/L serta nilai H2S berkisar 2.41-3.02 mg/L.  Kecepatan arus berkisar antara 0.04 - 0.21 m/s dan kecerahan berkisar antara 5 – 7 meter di sebelah Barat Gugusan Pari dan sebelah Selatan Gugusan Pari.

Dari hasil uji statistik menggunakan RAL diketahui bahwa perbedaan perlakuan rak tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup fragmen spons dalam tingkat kepercayaan 95% sehingga uji lanjut BNT tidak dilakukan.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Laju pertumbuhan fragmen spons yang ditransplantasi dengan metode vertikal relatif lebih baik dibanding laju pertumbuhan fragmen spons dengan metode horizontal.  Pertumbuhan fragmen spons yang ditransplantasi cenderung kepada pertumbuhan dua yaitu pertumbuhan yang tegak lurus dengan tali polyetilen.  Laju pertumbuhan fragmen spons yang ditransplantasi di sebelah Selatan Gugusan Pari relatif lebih baik dibanding laju pertumbuhan fragmen spons di sebelah Barat Gugusan Pari.

Tingkat kelangsungan hidup fragmen spons yang ditransplantasi di sebelah Selatan Gugusan Pari relatif lebih baik dibanding tingkat kelangsungan hidup fragmen spons di sebelah Barat Gugusan Pari.  Tingkat kelangsungan hidup fragmen spons yang ditransplantasi dengan metode horizontal relatif lebih baik dibanding tingkat kelangsungan hidup fragmen spons dengan metode vertikal.

Kondisi lingkungan perairan Selatan Gugusan Pari relatif lebih baik dalam penempatan fragmen spons yang ditransplantasikan dibanding kondisi lingkungan perairan Barat Gugusan Pari.

 

Saran

Perlu diadakannya penelitian lanjutan dengan waktu, perlakuan dan metode yang lebih lama dan beragam.  Pengambilan data dilakukan dalam rentang waktu yang berdekatan dan stabil.  Pengamatan lapangan perlu dilakukan dalam waktu dan sesering mungkin agar diketahui perubahan mendetail pada fragmen.

 

DAFTAR PUSTAKA

Amir, I. dan A. Budiyanto. 1996. Mengenal spons laut (Demospongiae) secara umum. Oceana. 21 (2): 15-31.

Haris, S. A. 2005. Pertumbuhan, sintasan, perkembangan gamet, dan bioaktivitas ekstrak dan fraksi spons schmidt yang ditransplantasikan pada lingkungan berbeda. [Disertasi]. Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Tidak dipublikasikan.

 

Penulis

Laju Pertumbuhan Spons, Tingkat Kelangsungan Hidup Spons

Muhammad Aldi Setiawan, S.Pi, dilahirkan pada 9 Oktober 1984 dan sekarang menetap di Kota Bogor,  telah menyelesaikan pendidikan Strata 1 di Institut Pertanian Bogor program studi Ilmu Kelautan, dan sekarang sedang melanjutkan jenjang pendidikannya ke Strata 2 di Institut Pertanian Bogor.